Hipernova: Sang Paradoks, Pesujud, dan Monotheisme
Lihat keranjang “Jawara” telah ditambahkan ke keranjang Anda.

Hipernova: Sang Paradoks, Pesujud, dan Monotheisme

Rp36.000,00

SKU: 832015.024 Kategori: Tags: , , ,
  • Deskripsi
  • Informasi Tambahan
  • Ulasan (0)

Deskripsi

Seorang model terkenal penderita albino bernama Novae, sudah lama berhenti memercayai Tuhan. Semua berawal sejak dia kehilangan saudara-saudaranya pada tragedi Tsunami di Aceh tahun 2004 lalu. Setelah pulih dari kecelakaan awal tahun 2017, dia menemukan sebuah scrapbook berisi penuh tulisan tangan di tempat terisolasinya. Isi scrapbook itu menjelaskan tentang ringkas kehidupannya selama lima tahun terakhir. Di setiap satu kejadian yang lampau itu, selalu ada pertanyaan “mematikan” yang pernah dilontarkannya tentang Tuhan. Dan scrapbook itu menjawabnya secara gamblang.

Di akhir tulisan, dia diperintahkan untuk menemui sekelompok anak kecil. Dia meminta sekelompok anak kecil itu menggambar Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasalam, anak-anak itu menurutinya. Setelah Novae kembali ke apartemen, dibukanya lembar terakhir scrapbook, tidak ada gambar di sana, hanya sebait retorika dari anak-anak tadi. Novae tergugah, hingga terperenyak ke kursi.

Paginya, tanpa tidur dia mendatangi undangan pameran fotografi berjudul “Hipernova”. Pameran fotografi itu menampilkan berbagai foto kehancuran suatu negeri bernuansa hitam putih. Di akhir penjelajahannya pada pameran itu, dia mendapati satu-satunya foto berwarna. Foto itu adalah fotonya dengan seekor kucing maine-coon pasca Tsunami. Novae akhirnya teringat satu sosok lelaki. Lelaki yang ternyata penulis scrapbook itu.

Hipernova, adalah seorang lelaki yang ditemuinya di Aceh pasca tragedi Tsunami, sekaligus yang menghantarkan kehidupan modelling kepadanya. Hipernova menulis scrapbook itu sekadar ingin menyelamatkannya sebelum semakin melenyapkan Tuhan. Tetapi Hipernova sudah meninggal, setelah menyelamatkan Novae dari kecelakaan, sekaligus yang mendonorkan mata kepada Novae. Di atas panggung mungil untuk menyampaikan kata sambutan, Novae mengikrarkan kembali dua kalimat syahadat.

Informasi Tambahan

Berat 300 g

Ulasan

Belum ada ulasan.


Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Hipernova: Sang Paradoks, Pesujud, dan Monotheisme”